Tergenggam Rasa
 |
| Laduni.id |
Ketika bulan sempurna, dikala penghuni bumi terlelap, aduanku terdengar oleh Maha Pendengar, kristal-kristal jatuh ke bumi, membuat bumi basah.
Isakan mesra terdengar oleh yang Maha Mendengar, mengusap genangan sebelum berubah menjadi kristal.
Betapa merindu, pembawa rindu mendekap bercengkrama satu irama.
Bidadari tergenggam rasa dalam birunya lautan, merekahkan kuncup bunga di tanah gersang retak terpanggang mentari.
Sebuah genggaman terasa sejuk merasuk sukma, syair-syair lembut dalam diam. Cukup engkau dan aku
ADSN1919
Catatan tayang di kompasiana
Perjalanan Kita
 |
| Perjalanan Kita |
Dua belas purnama, sebuah perjalanan telah kulewati
Rintangan aku lalui demi sebuah pertemuan
Aku perempuanmu, melewati Gunung dan Laut
Melewati awan mendekat langit
Di ujung kota, tatapan penuh harap menanti
Wajah lega terpancar, melihat sebuah kedatangan
Sambutan hangat terasa
Tatapan ramah dan kerinduan terasa
Kebersamaan tak bersekat
Tuhan mendengar doa kita
Perjalanan panjang kita
Dipertemukan Tuhan dalam satu janji
Perjalanan panjang berakhir dalam satu kata 'kita'
Jangan terlena dengan setan berbentuk manusia
Dengan senyum manis dan desahan
Dengan kata-kata manja minta pertolongan
Dengan belas kasih, berharap masuk perangkapnya
Padamu, aku ingatkan sebuah perjalanan
Dimana campur tangan Tuhan itu ada
Aku dan Engkau merasakan itu
ADSN1919
Kerinduan
 |
| Rakicevic Nenad. Pexels |
Kumpulan bintang terlihat di langit menghitam
Satu bintang dalam genggaman terpancar indah
Disimpan dalam bingkai kaca bening
Semua bisa melihat pancarannya
Hanya melihat
Biarkan bintang dalam kaca bening
Biarkan tak menyatu dengan para bintang
Biar terpancar kemurniannya
Biarlah ia sendirian
Bila bersatu para bintang ia kehilangan kemurniannya
Satu bintang, menatap kumpulan bintang di langit yang terlihat pekat
Kerinduan
ADSN1919
 |
| Foto oleh Snapwire dari Pexels |
Dimataku Engkau Jawaraku
Malam itu langit terlihat gelap
Entah di mana rembulan bersembunyi
Kejorapun enggan menampakkan diri
Kelelawar beterbangan di kaki langit
Jawaraku tak surut langkah
Melangkah pasti memakai baju hitam
Terlihat garang melihat mangsa
Hati lawan menjadi ciut
Meski badan lebam terkena pukulan
Jawaraku tak goyah
Cidera bagi lelaki biasa
Badan terasa sakit menjadi makanan sehari-hari
Jawaraku tetap tersenyum
Melihat mata lawan seolah hendak menerkam
Jawaraku akan selalu melawan
Demi sebuah harga diri
Jawaraku selalu tau diri
Pada siapa harus garang
Dan pada siapa harus lembut
Mata tajam berubah penuh kasih
Apapun keadaannya
Dimataku Engkau jawaraku
Meski lebam dan luka menghiasi
Engkau tetap dan selalu menjadi jawaraku, percayalah
ADSN1919
Halaman:
1
2
3
4