Mendamba Ketiadaan
Terkadang aku meminta pada Tuhan agar antrianku dipercepat, karena aku tak mau menyakiti lebih lama orang-orang disekitarku. Baik sikap, kata bahkan tulisan recehan milikku yang mungkin sedikit menggores perasaannya.
Biarlah aku mengalah dengan rembulan masih utuh dalam peluk. Untuk apa hidup Jika hanya menambah luka untuk sekitar. Bila ketiadaanku diharapkan, aku akan menghadap Tuhan dengan senyuman, karena aku dapat merasakan cinta yang sebenarnya cinta, dalam keabadianku bersama Tuhan dan cinta sejatiku.
ADSN1919